Blog PP Singa Putih Munfaridin

Kumpulan artikel-artikel seputar ubudiyyah, Tasawwuf dan Kepesantrenan

Menata hati dan menjaganya
Created At : 22 Nov 2024 | AKHALAQUL KARIMAH,

"Ayo terus belajar noto ati, ayo terus belajar mbersihno ati, ayo terus belajar njogo ati, ayo terus belajar merawat ati."
(Mari terus belajar menata hati, membersihkan hati, menjaga hati, dan merawat hati).

Pesan ini menekankan pentingnya hati sebagai inti kehidupan spiritual dan emosional manusia. Perbaikan hati adalah inti dari ibadah dan amal, karena hati yang baik akan menghasilkan perbuatan yang baik pula. Setiap Muslim diperintahkan untuk senantiasa memperhatikan kondisi hatinya agar tetap bersih, kuat, dan taat kepada Allah.

  1. Menata Hati (Noto Ati)
    Menata hati berarti mengarahkan hati untuk selalu berada di jalan kebenaran. Hati perlu diarahkan agar tidak terjebak dalam keraguan, kemunafikan, atau kecenderungan kepada dunia semata. Menata hati mencakup pengendalian hawa nafsu dan mengutamakan ridha Allah.

    Dalil:

    • QS. Al-Baqarah (2:2):

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa."
→ Menata hati membutuhkan petunjuk, yaitu Al-Qur'an, yang dapat membimbing hati agar tidak menyimpang.

  1. Hadis:
    Rasulullah SAW bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)
→ Menata hati berarti memfokuskan hati pada hal-hal yang bermanfaat dan tidak sia-sia.

  1. Membersihkan Hati (Mbersihno Ati)
    Membersihkan hati berarti menghilangkan penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, riya’, dan sifat buruk lainnya. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari noda-noda dosa, sehingga mampu menerima kebenaran dan cahaya keimanan.

    Dalil:

    • QS. Asy-Syams (91:9-10):

      قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
      "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya."
      → Menyucikan hati adalah tanda keberuntungan bagi seorang Muslim.

    • Hadis:
      Rasulullah SAW bersabda:

      اِياَّ كُم وَالحَسَدَ فَاِنَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُ الحَطَبَ
      "Hasad (iri) itu akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
      (HR. Abu Dawud)
      → Penyakit hati seperti hasad harus dibersihkan, karena dapat merusak amal kebaikan.

  1. Menjaga Hati (Njogo Ati)
    Menjaga hati berarti memelihara hati agar tidak mudah terpengaruh oleh godaan syaitan, hawa nafsu, atau lingkungan yang buruk. Hati yang terjaga adalah hati yang tetap konsisten dalam ketaatan kepada Allah, meskipun menghadapi berbagai ujian.

    Dalil:

    • QS. Ali Imran (3:8):

      رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
      "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau memberi kami petunjuk."
      → Allah mengajarkan doa untuk memohon penjagaan hati agar tetap berada di atas petunjuk.

    • Hadis:
      Rasulullah SAW bersabda:

      وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
      "Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, dan saling memutuskan hubungan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Muslim)
      → Menjaga hati juga mencakup menjaga hubungan baik dengan sesama Muslim.

  1. Merawat Hati (Merawat Ati)
    Merawat hati berarti terus menjaga kualitas hati agar tetap bersih, tenteram, dan dekat dengan Allah. Ini dilakukan dengan memperbanyak dzikir, memohon ampunan, introspeksi, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah.

    Dalil:

    • QS. Ar-Ra’d (13:28):

      الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
      "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
      → Merawat hati dengan berdzikir adalah salah satu cara untuk memperoleh ketenangan.

  2. Hadis:
    Rasulullah SAW bersabda:

    يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
    "Orang yang paling baik adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya." (HR. Tirmidzi)
    → Merawat hati mencakup konsistensi dalam beramal baik dan memperbaiki kualitas keimanan.

Kesimpulan

Menjaga hati adalah inti dari kehidupan spiritual manusia. Untuk menjadi hamba yang dicintai Allah, seorang Muslim harus:

  1. Menata hati agar fokus kepada tujuan hidup yang benar.

  2. Membersihkan hati dari sifat-sifat buruk yang mengotori jiwa.

  3. Menjaga hati dari pengaruh negatif yang dapat merusak iman.

  4. Merawat hati dengan ibadah, dzikir, dan amal baik agar tetap bersih dan tenteram.

Pesan ini sesuai dengan banyak dalil Al-Qur'an dan Hadis, yang menekankan pentingnya hati sebagai pusat keimanan dan sumber segala amal. Dengan melatih hati, seseorang akan mampu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.