
"Bersamalah dengan orang yang baik dalam hidup ini supaya tetap bisa bertakwa kepada Allah yang Maha Suci."— Romo KH. M. Syaifullah Arif Billah
Pesan ini menekankan pentingnya memilih lingkungan sosial yang baik dan berkualitas, yaitu orang-orang yang senantiasa mendorong kita untuk bertakwa kepada Allah. Bersahabat dan berinteraksi dengan orang-orang baik dapat memberikan pengaruh positif, terutama dalam menjaga iman dan amal ibadah. Lingkungan yang baik akan membantu seseorang menjauhi maksiat, meningkatkan kualitas akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam Al-quran surat Attaubah ayat 119 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar."
Ayat ini menegaskan pentingnya memilih teman dan lingkungan dari kalangan orang-orang yang jujur, benar, dan baik dalam keimanan mereka. Kebersamaan dengan orang-orang semacam itu akan mendorong kita untuk terus bertakwa kepada Allah.
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Quran surat Azzukhruf ayat 67 :
اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ
"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa."
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa hanya persahabatan yang didasari oleh ketakwaan akan memberikan manfaat di akhirat. Persahabatan lainnya yang berlandaskan selain ketaatan kepada Allah akan menjadi sumber penyesalan di Hari Kiamat.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi bisa memberimu hadiah, atau kamu membeli darinya, atau kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi ia membakar pakaianmu, atau kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya."
Hadis ini menunjukkan betapa besar pengaruh teman terhadap akhlak dan kehidupan seseorang. Teman yang baik akan selalu membawa manfaat, sementara teman yang buruk dapat membawa keburukan.
Sabda nabi dalam hadits yang lain :
عن أبي هريرة رضي الله عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ:
«الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُر أَحَدُكُم مَنْ يُخَالِل»
[حسن] - [رواه أبو داود والترمذي وأحمد] - [سنن أبي داود: 4833]
"Seseorang itu tergantung agama sahabatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi temannya."
Hadis ini memperingatkan kita untuk berhati-hati dalam memilih teman karena mereka akan memengaruhi cara kita hidup dan beragama.
Kesimpulan
Bersahabat dengan orang-orang baik adalah salah satu langkah penting untuk menjaga ketakwaan kepada Allah. Mereka akan menjadi pendorong dalam berbuat kebaikan, memberikan nasihat saat kita khilaf, dan mengingatkan kita untuk terus beribadah kepada Allah. Sebaliknya, pergaulan dengan orang yang buruk dapat mengarahkan kita kepada dosa dan kelalaian. Karena itu, baik Al-Qur'an maupun hadis menekankan pentingnya memilih lingkungan sosial yang baik untuk menjaga keimanan kita.